. berita. Pada tanggal 10 Mei 2017 (Rabu), Program Studi Jepang Universitas Al Azhar Indonesia menyelenggarakan kuliah umum dengan tema "Omotenashi" dan Etika kerja di Perusahaan Jepang. Nara sumber dari kuliah umum ini adalah Ibu ISHIKAWA Reiko, penerjemah dan juga beberapakali menjadi narasumber dalam workshop "Omotenashi
Merekayang berada di Jepang dengan visa kerja, apabila mereka mengikuti sekolah tambahan, secara de jure dan de facto adalah kerja sambil sekolah. Rekomendasi Untuk informasi, peraturan pemerintah Jepang, pelajar asing dapat kerja part-time maksimal selama 28 jam dalam satu minggu. Peraturan ini wajib diikuti.
SiswaSMKN Jawa Tengah di Kota Semarang. Calon siswa magang wajib ikut kelas persiapan bahasa Jepang dan pengenalan budaya. REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Jawa Tengah membuka kelas magang ke Jepang bagi sebanyak 40 siswa. Sehingga para lulusan bisa langsung kuliah sambil bekerja di negeri Matahari Terbit.
Jurusankuliah di Jepang yang cukup besar peluang kerjanya yaitu IT, Perhotelan dan Perawat. Kamu juga bisa mendaftarkan diri di perusahaan setelah lulus program pendidikan bahasa ini. 2. Program Pendidikan Keperawatan Di Jepang sangat butuh banyak care worker.
ProgramKerja Sambil Kuliah Program Kerja ke Jepang yang dapat diikuti bagi peserta yang sambil kuliah di Jepang. Persyaratan Umum Umur 19 - 28 tahun bagu lulusan SMK Teknik/SMU. Umur Maks 29 tahun bagi lulusan akademi, diploma dan universitas. Sehat Jasmani dan Rohani. Tinggi Min. 160 (Laki-laki), 150 (Perempuan).
DiCrew Neko bnyak skali org Nepal,Vietnam dan China dgn status students juga.Usut punya usut,mreka ga jauh beda latar belakangnya dgn saya,nekad ke Jepang dgn biaya sndri.Sperti gambling ya,karna sudah terlanjur nyebur,ya mreka trusin aja skolahnya,ada yg sudah Senmonggakkou (kejuruan setelah Nihon go gakkou) ada jg yg sambil kuliah.5 bulan
. Ndaru Aditya, CilacapHotsuma International School OsakaSeorang pria lulusan SMK Ma'arif Kroya, Cilacap, yang memimpikan bisa pergi ke Jepang setelah mendengar tentang Jepang dari Kakaknya yang sudah pernah hidup di Jepang. Read More Karsito, CilacapNippon Academy, GunmaPemuda yang lahir dan besar di desa tapi dia tidak menyerah dengan keadaannya untuk mencari pengalaman dan ilmu baru, tak pernah berfikir bisa kuliah di luar negeri namun begitu kesempatan untuk kuliah di Jepang terbuka, dia tak mau melewatkannya. Dan sekarang sedang menjalani pendidikan di Nippon Academy, Gunma. Read More Kelebihan Kuliah sambil Kerja Part Time di Jepang 1. Biaya awal kuliah di Jepang sama dengan atau bahkan lebih kecil dari total biaya kuliah di Indonesia2. Setelah sampai di Jepang, biaya sekolah dan biaya hidup hingga lulus dapat dicover dari hasil kerja paruh waktu dengan upah sekitar 10-15 juta rupiah per bulan3. Setelah lulus senmon gakko setara D2/D3 dan Universitas Jepang, siswa berpeluang besar bekerja di Jepang dan mengajak keluarga suami/istri/anak untuk tinggal di Jepang4. Jika setelah lulus ingin kembali dan berkarir di Indonesia, banyak perusahaan Jepang yang menawarkan GAJI TINGGI untuk lulusan sekolah Jepang5. Dengan bersekolah sambil kerja part time di Jepang, dapat melatih mental mandiri, kerja keras, pola pikir, dan kemampuan manajemen uang, waktu, dan pikiran6. Bisa menikmati berbagai tempat wisata dan keindahan 4 musim di Jepang, dari mulai salju di musim dingin, sakura di musim semi, pesta kembang api di musim panas, dan cantiknya perubahan warna daun di musim gugur7. Bisa berteman dengan siswa lain dari berbagai negara seperti mesir, korea, vietnam, dll.
Sekolah sambil kerja part-time di Jepang memiliki kelebihan dan kekurangan. Tulisan ini mencoba membuat perbandingan antara sekolah tanpa kerja part-time, sekolah sambil kerja part-time minimal, dan sekolah sambil kerja part-time maksimal. Perbandingan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pelajar untuk memutuskan apakah akan ke Jepang untuk sekolah tanpa kerja part-time atau sekolah sambil kerja part-time di Jepang. Kata kerja’ pada tulisan ini merujuk pada kerja part-time bukan full-time. Yang dimaksud kerja part-time di sini adalah kerja paruh waktu atau di Jepang disebut arubaito disebut juga baito. Yang dimaksud sekolah di sini adalah sekolah Bahasa Jepang, sekolah di professional training college, ataupun kuliah di universitas. Di website JIN juga tersedia tulisan biaya hidup di Jepang, biaya kuliah di Jepang, kuliah di Jepang biaya sendiri, biaya sewa apartemen di Jepang, manfaat kerja paruh waktu, dll artikel yang berisi tentang pembiayaan sekolah atau kuliah di Jepang. Perbandingan antara sekolah tanpa kerja part-time’ , sekolah sambil kerja part-time di Jepang’ dengan jam kerja minimal dan sekolah sambil kerja part-time di Jepang’ dengan jam kerja maksimal, dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Perbandingan dibahas dari lima kriteria Knowledge pengetahuan dari sekolah dan belajar mandiri Experience pengetahuan umum/pengalaman Network teman dan sahabat Income penghasilan/pembiayaan Happiness ketercapaian tujuan/kebahagiaan Tabel 1. Perbandingan antara Sekolah tanpa Kerja Part-time, Sekolah sambil Kerja Part-time Minimal, dan Sekolah sambil Kerja Part-time Maksimal [table “” not found /] Peraturan pemerintah Jepang, pelajar asing dapat kerja part-time maksimal 28 jam per minggu. Di antara tiga pilihan di atas, mana yang akan diambil tergantung pada kondisi keuangan pelajar dan tujuan yang ingin dicapai. SEKOLAH TANPA KERJA PART-TIME Apabila kiriman dari orang-tua cukup, pelajar dapat sekolah atau kuliah di Jepang tanpa kerja part-time. Apabila pelajar tidak kerja part-time, pelajar memiliki waktu yang cukup untuk akumulasi pengetahuan di sekolah atau belajar mandiri dengan maksimal. Akumulasi pengetahuan ini secara langsung ataupun tidak langsung, akan mempengaruhi pengambilan keputusan dalam pekerjaan ataupun dalam bisnis. Bagi pelajar yang sekolah atau kuliah tanpa kerja part-time, pengalaman di luar sekolah dan pertemanan yang lebih luas dapat dicapai dengan mengikuti kegiatan seperti home-visit, homestay, seminar, konferensi, pelatihan, workshop, kegiatan komunitas hobby, dll. Kegiatan di luar sekolah akan menambah pengetahuan dan pengalaman. Bagi pelajar dari Indonesia yang sekolah Bahasa Jepang di Jepang dan mempersiapkan diri mengikuti ujian masuk universitas, sekolah tertentu di Jepang seperti Jet Academy Tokyo tidak mengizinkan pelajar untuk kerja part-time/paruh waktu/arubaito. Di sekolah tersebut, pada pagi hari pelajar belajar Bahasa Jepang dan pada siang hari belajar materi-materi ujian masuk universitas EJU Examination for Japanese University Admission for International Students. Fokus pada pembelajaran bahasa dan materi EJU akan meningkatkan kemungkinan diterima di universitas terbaik di Jepang. SEKOLAH SAMBIL KERJA PART-TIME MINIMAL Pilihan “sekolah sambil kerja part-time di Jepang’ jumlah jam minimal untuk mereka dengan kiriman dari orang-tua cukup untuk biaya hidup dan biaya kuliah di Jepang. Kerja part-time dilakukan untuk menambah pengalaman dan wawasan baru, mendapatkan teman baru termasuk mendapatkan pacar, atau mendapatkan penghasilan sebagai tambahan. Kerja part-time dapat memberikan manfaat yang berbeda dengan manfaat yang didapatkan dari sekolah. Dari kerja part-time, pelajar dapat memahami misalnya kebiasaan tepat-waktu, tanggung-jawab, kedisiplinan, menghargai orang-lain, mendengarkan konsumen, sikap melayani, dan kemampuan soft-skill lainnya yang berbeda dengan yang dialami di sekolah. Penghasilan dari kerja part-time bukan sumber biaya hidup atau biaya kuliah yang utama, tetapi penghasilan hanya untuk menambah uang-saku. Kerja part-time hanya dilakukan di waktu luang atau di hari tertentu yang tidak akan mengganggu sekolah/kuliah, seperti di hari libur sabtu atau minggu atau di liburan panjang. Sekolah/kuliah tetap sebagai prioritas dan kerja part-time sebagai pelengkap. Waktu yang dialokasikan untuk belajar maksimal dan waktu yang dialokasikan untuk kerja part-time cenderung tidak mengalahkan waktu untuk belajar di sekolah/mandiri. Semangat yang dimiliki, kerja part-time untuk belajar dari masyarakat dan dunia kerja secara langsung. SEKOLAH SAMBIL KERJA PART-TIME MAKSIMAL Pilihan ini dilakukan oleh tiga kelompok pelajar. Kelompok pertama, pelajar yang datang ke Jepang untuk bekerja dan/atau mendapatkan pengalaman baru dengan bekerja, bukan untuk menjadikan pembelajaran di sekolah sebagai bekal untuk pekerjaan di masa depan. Penghasilan dan pengalaman di Jepang sebagai prioritas utama dan sekolah sebagai pelengkap. Mungkin, secara tak sadar, mendaftar dan masuk sekolah lebih cenderung untuk mendapatkan visa palajar untuk masuk ke Jepang. Kelompok ke-dua, pelajar yang memang datang ke Jepang dengan tujuan sekolah, tetapi kiriman dari orang-tua kurang. Kiriman orang-tua tidak dapat memenuhi biaya hidup dan biaya kuliah di Jepang. Sekolah tetap menjadi tujuan utama, tetapi kerja part-time karena kebutuhan. Sehingga, porsi kerja part-time cenderung banyak. Pelajar tipe seperti ini, tipe yang tangguh dalam memperjuangkan impian. Keterbatasan biaya, tidak menjadi penghalang untuk memperjuangkan masa depan. Maju terus dalam pengembangan diri. Kelompok ke-tiga, pelajar yang mendapatkan kiriman dari orang-tua cukup atau mendapatkan beasiswa, tetapi kerja part-time maksimal untuk mengumpulkan uang atau menabung. Pelajar dengan motivasi seperti ini perlu hati-hati. Menjaga keseimbangan antara belajar dan bekerja tidak mudah. Bila kerja part-time maksimal, kesempatan akumulasi pengetahuan di sekolah/kampus berkurang. Akumulasi pengetahuan kurang =kurang tahu, kurang pintar dalam jangka panjang akan mempengaruhi pengambilan keputusan dalam pekerjaan ataupun bisnis. Bagi mahasiswa pasca-sarjana, lebih baik meluangkan waktu beberapa jam untuk membaca, meneliti, ataupun menulis paper utk dikirim ke seminar, konferensi, ataupun jurnal, daripada kerja part-time. Tiga kelompok pelajar seperti ini sekolah sambil kerja part-time maksimal cenderung mengalokasikan waktu untuk bekerja lebih banyak daripada untuk belajar. Porsi kerja’ dan mencari income mendominasi kegiatan saat berada di Jepang. Kecenderungan yang terjadi, kerja maksimal dan belajar minimal. — Motivasi Sekolah/Kuliah di Jepang Menentukan motivasi dan tujuan sekolah/kuliah di Jepang sangat penting sebelum pelajar memutuskan untuk berangkat ke Jepang. Japan Indonesia Network menanyakan motivasi dan tujuan sekolah/kuliah di Jepang saat konsultasi. Ketercapaian tujuan pelajar, merupakan prioritas utama JIN. JIN merekomendasikan sekolah yang menjadi mitra JIN di Jepang tergantung pada tujuan yang ingin dicapai tersebut. JIN konsultan pendidikan dan agen sekolah yang memberikan layanan konsultasi, pencarian sekolah, pendaftaran, dan pengurusan dokumen untuk pelajar yang ingin ke Jepang dengan motivasi sekolah/kuliah, bukan untuk yang memiliki motivasi utama bekerja part-time. Hubungi JIN untuk mewujudkan impian sekolah, kuliah, ataupun tinggal di Jepang. Hubungi JIN di info Tel/WA 022-20451463/0812-1477-937, LINE jin_office, facebook atau follow instagram kami Featured image suasana di stasiun Shinagawa Tokyo, padat oleh commuter yang berangkat ke kantor. Foto Ikuti kami dan bagikan informasi tentang JIN dengan klik LIKE atau SHARE di bawah ini
PROGRAM KULIAH SAMBIL MAGANG KERJA DI JEPANG HANYA DENGAN 9,9JT SUDAH BISA KULIAH DAN MAGANG KERJA DI JEPANG CUKUP LULUSAN SMA / SMK SEDERAJAT, USIA 18-38 TAHUN Kerja di Jepang dengan gaji 10-18jt/bulan Bersih Biaya tempat tinggal dan makan sudah terbayar. Pulang Bisa Punya Tabungan Kurang Lebih 480-an Juta* Selesai Program mendapat Gelar S1 Sarjana. Dapat Sertifikat dan Pengalaman kerja di Jepang yang berguna untuk melanjutkan karir kerja dimanapun. Tersedia Dana Talang untuk semua Peserta *Syarat dan Ketentuan Berlaku Izumi Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa pelatihan bahasa Jepang untuk mempersiapkan para generasi muda Indonesia yang ingin bekerja di Jepang dan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Jepang bagi SDM di perusahaan-perusahaan Jepang yang berada di Indonesia. TESTIMONI Saya saat ini bekerja di Jepang dengan Job Pengepresan logam yang ada di kota Shiga-ken Saya senang belajar di Izumi, dengan mentor yang handal membuat saya dengan mudah dapat menguasai bahasa Jepang Riki Adi SaputraAngkatan ke-16 Saya saat ini bekerja di Jepang dengan Job Scafolding yang ada di kota Hiroshima Pilihan yang tepat dengan mengikuti program ini karena saat ini saya sudah bisa dapat gaji belasan juta dan bisa membantu kebutuhan keluarga di rumah Aji SatriadiAngkatan ke-07 Saya saat ini bekerja di Jepang dengan Job Painting yang ada di kota Nakatsu-shi Senang bisa belajar di izumi dengan bimbingan yang luar biasa, terimakasih Izumi Agus SaputraAngkatan ke-10 IZUMI INDONESIA BEKERJASAMA DENGAN UNIVERSITAS NASIONAL PASIM Previous image Next image Direktur Utama Izumi Indonesia dan Rektor Universitas Nasional PASIM menandatangani Nota Kesepahaman MOU untuk menjalani Program Kuliah Sambil Magang di Jepang serta pengembangan pendidikan tinggi di Kota Bandung. PROGRAM PERSIAPAN YANG KAMI LAKUKAN UNTUK MENGIKUTI 1. TOKUTEI GINOU VISA Tokutei Ginou atau Specified Skilled Workers SSW LAMA BEKERJA 5 TAHUN Visa Ini adalah status visa/ ijin tinggal bagi warga negara asing di Jepang yang mulai berlaku sejak 1 April 2019. Pemegang visa SSW dapat bekerja di perusahaan Jepang dengan hak dan kewajiban yang sama dengan pekerja Jepang. 2. PEMAGANGAN SO VISA MAGANG LAMA BEKERJA 3 TAHUN Magang Jepang adalah program bilateral negara Jepang dan Indonesia dengan tujuan peserta magang memperoleh keterampilan dan lain-lain dari industri Jepang dan sebagainya agar mereka memanfaatkan sebaik-baiknya keterampilan yang diperoleh setelah kembali ke negara asal untuk aktif dalam pengembangan industri di negara mereka sendiri. JURUSAN KULIAH YANG BISA DI AMBIL STATUS SEBAGAI MAHASISWA UNIVERSITAS NASIONAL PASIM BANDUNG BERIKUT JURUSAN YANG DAPAT DI AMBIL 1. S1 TEKNIK INDUSTRI 2. S1 SASTRA JEPANG PERSYARATAN 1. TOKUTEI GINOU Usia minimal 18 tahun, max 38 tahunPendidikan minimal lulusan SMA/SMK dan sederajatLulus JLPT N4 atau JFT-Basic A2Lulus skill test/tes bidangLulus interview dengan kaisha/user JepangTidak cacat tubuhLulus medical check up 2. PEMAGANGAN SO Usia SMA 19,6 tahun, SMK 18 tahun. Max 28 tahunTB pria = 160 cm, BB pria 50 kgTB wanita = 150 cm, BB wanita proporsionalTidak buta warna dan tidak berkaca mataTidak bertato atau bekas tatoTidak bertindik atau bekas tindikTidak pernah patah tulangTidak memiliki penyakit serius dan penyakit kulitMata max minus 2 ANGKATAN BARU AKAN DIBUKA PADA MEI 2023PESERTA TERBATAS! LOKASI PELATIHAN Graha Muda, Jl. Bangajang Suket Kulak Baru, Klangkung, Kb. Waris, Kec. Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur 67156 Kantor PasuruanIzumi IndonesiaKantor PasuruanIzumi IndonesiaKantor PasuruanIzumi IndonesiaKantor PasuruanIzumi Indonesia Pilihan Lokasi lain nya berada di SPESIFIKASIPROGRAM TIME LINE PROGRAM MAGANG KERJAKE JEPANG Note Klik Untuk Melihat Detail Proses 1. Seleksi AdministrasiPengecekkan dokumen dan kondisi siswa sesuai dengan kualifikasi program 2. Psikotes dan Interview AwalSiswa melakukan psikotes dan interview mengenai kepribadian, pengetahuan umum dan motivasi mengikuti program 3. Pelatihan dan KuliahPelatihan materi-materi untuk seleksi. Terdiri dari Bahasa Jepang N4, keahlian khusus, budaya Jepang, dan latihan fisik. Jadwal Senin – Jumat Offline Kuliah sesuai jurusan yang dipilih Jadwal Sabtu Hibrid Biaya Awal Rp 4. UjianSiswa melaksanakan ujian Bahasa Jepang JLPT / JFT BASIC Biaya +- Rp. Keahlian Khusus JFT Prometric Biaya +- Rp. Biaya-biaya selama seleksi dikeluarkan saat akan melakukan ujian oleh siswa 5. SeleksiSiswa melaksanakan seleksi program Togutei Ginou. Seleksi terdiri dari wawancara langsung dengan User Perusahaan Jepang, menggunakan Bahasa Jepang 6. Medical Check Up TerakhirSiswa melaksanakan MCU akhir Biaya-biaya berkisar Rp. 7. Pengurusan Dokumen KeberangkatanPengurusan dokumen keberangkatan -+ 3 bulan. Sambil menunggu pengurusan dokumen, siswa melaksanakan perkuliahan. 8. KeberangkatanKeberangkatan siswa didampingi tim Izumi Indonesia 9. Bekerja di Jepang dan Kuliah OnlineUntuk Program SO 1 bulan pertama siswa akan di training di Training Center terlebih dahulu, kemudian bulan kedua langsung ditempatkan di perusahaan masing-masing, sedangkan Tokutei Ginou siswa akan langsung bekerja di perusahaan kerja Senin-JumatKuliah Online Sabtu 10. Pulang ke IndonesiaSetelah siswa selesai menyelesaikan kontrak kerja selama 5 tahun, siswa kembali pulang ke Indonesia dan status siswa sudah lulus S1 11. Berkarier di Indonesia atau Kembali lagi ke Jepang dengan Visa Enginering khusus lulusan Teknik IndustriSiswa mengajukan visa engineering dan melakukan wawancara dengan pihak user Jepang B I A Y A JT JUTA Biaya Awal Rp. Biaya Seleksi +- Biaya Keberangkatan VISA, Tiket pesawat, Apartemen, uang saku 1 bulan dan Kuliah Bayar setelah di Jepang GALLERY SISWAIZUMI INDONESIA Previous image Next image GALLERYUNAS PASIM SUKABUMI Previous image Next image HADIRI WEBMINAR RUTIN KAMIPROGRAM MAGANG KERJADI JEPANG JUMAT, 07 APRIL 2023 WIB VIA ZOOM GRATIS! BANGUN KARIRMU DI NEGERI SAKURA Copyright © Izumi Indonesia 2023 Created by Multi Usaha Digital Rekomendasi adminwebizumi
Kuliah di Jepang bisa dibilang menjadi impian banyak orang. Pasalnya, Jepang merupakan salah satu negara di Asia yang sangat maju terutama dalam hal teknologi. Jepang bahkan diketahui sebagai negara penghasil barang-barang elektronik yang produknya diekspor hingga ke hampir seluruh dunia. Bukan hanya itu aja, Jepang juga dikenal memberikan upah besar kepada para pekerjanya. Makanya tak heran kalau banyak orang yang ingin kuliah sambil kerja di Negeri Sakura tersebut. Kamu bisa bekerja part time untuk mendapatkan uang tambahan selama menempuh pendidikan di sana. Mengapa ke Jepang Jepang adalah salah satu negara yang cukup populer dan menjadi tujuan orang-orang Indonesia untuk mengadu nasib, entah itu untuk magang, kerja, maupun menempuh pendidikan. Hal tersebut juga didukung oleh Pemerintah Jepang yang membuka peluang besar untuk para pekerja asing yang ingin bekerja di negaranya. Berikut beberapa alasannya 1. Kekurangan tenaga kerja Beberapa dekade terakhir, Jepang mengalami tren penurunan angka kelahiran. Hal ini ditandai dengan berkurangnya minat orang-orang Jepang untuk menikah dan memiliki anak. Kondisi ini tentu saja masalah serius bagi pemerintah Jepang. Menurunnya angka kelahiran berakibat pada semakin sedikitnya masyarakat berusia produktif ke depannya nanti. Di sisi lain, masyarakat berusia lanjut yang tidak lagi produktif akan terus bertambah. Memutuskan untuk tidak memiliki keturunan adalah hak asasi setiap orang. Jadi pemerintah Jepang tidak bisa melakukan banyak intervensi terkait hal ini. Salah satu cara yang kemudian ditempuh supaya aktivitas ekonomi di Jepang tetap stabil adalah mendatangkan tenaga kerja asing dari berbagai negara. Pemerintah Jepang kemudian memberi kemudahan bagi tenaga asing yang ingin bekerja di Jepang. Pemerintah Jepang memfasilitasi dengan mengeluarkan kategori baru untuk visa kerja Jepang dan menjalin kerja sama dengan beberapa negara supaya bisa mengirimkan tenaga kerja ke Jepang. Adapun negara-negara yang diajak kerjasama diantaranya Indonesia, Thailand, Filipina, RRT, Myanmar, Vietnam, Kamboja, dll. 2. Tersedianya program SSW Kesempatan untuk bisa ke Jepang semakin terbuka lebar sejak pemerintah Jepang mengeluarkan kebijakan mengenai regulasi keimigrasian yang memudahkan tenaga asing berkarir di Jepang. Pada kebijakan tersebut, SSW TKA berketerampilan spesifik yang nantinya bekerja di Jepang akan mendapat residential status. Para SSW ini nantinya akan masuk ke 14 sektor. Adapun 14 sektor tersebut diantaranya adalah sebagai berikut Care worker Machine Parts and Tooling Industries Construction Industry Industrial Machinery Industry Building cleaning management Aviation Industry Accommodation Industry Automobile Repair and Maintenance Electric, Electronics and Information Industries Shipbuilding and ship machinery industry Food service industry. Fishery and aquaculture Agriculture Manufacture of food and beverages Nah, Pemerintah Indonesia dan Jepang sudah menandatangani MoC SSW. Dengan demikian, pemerintah Jepang membuka pintu selebar-lebarnya bagi tenaga kerja Indonesia yang ingin menjadi SSW untuk memenuhi kuota yang dibutuhkan. Bagaimana cara kuliah sambil kerja di Jepang? Melihat kesempatan ini, banyak LPK di Indonesia yang menjadi agen kuliah di Jepang dan membuka program kuliah ke Jepang sekaligus penempatan kerja part time. LPK biasanya bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan yang ada di Jepang dan berperan sebagai penghubung antara institusi yang ada di Jepang dengan masyarakat Indonesia yang tertarik ke Jepang. Pada program ini, lembaga pendidikan yang ada di Jepang biasanya akan menyediakan fasilitas tinggal dan juga fasilitas belajar. Bahkan, mereka juga akan dicarikan kerja part time selama tinggal di Jepang. Penghasilan dari kerja part time itulah yang bisa kamu gunakan untuk biaya hidup sehari-hari dan juga untuk meringankan membayar biaya kuliah. Akan tetapi, kamu perlu cermat memilih LPK yang menyediakan program tersebut yaitu dengan memastikan fasilitas dan jaminan yang akan kamu dapatkan saat sudah sampai di Jepang. Umumnya, ada dua program pendidikan yang disediakan oleh LPK dari Indonesia. Yaitu 1. Program Pendidikan Bahasa Program pendidikan ini sangat penting untuk orang-orang yang belum menguasai Bahasa Jepang. Soalnya, pendidikan di Jepang tidak menggunakan bahasa asing seperti bahasa inggris melainkan tetap menggunakan Bahasa Jepang, jadi mau tidak mau kamu harus menguasainya. Program pendidikan ini akan dilakukan selama kurang lebih dua tahun. Setelah lulus, kamu akan mendapat sertifikasi N2 untuk penguasaan Bahasa Jepang. Dengan modal sertifikasi tersebut, kamu bisa melanjutkan pendidikan ke universitas, akademi, vokasi dan lainnya. Kamu juga bisa memilih program studi yang kamu inginkan. Bukan hanya itu, kamu juga bisa mendaftarkan diri di perusahaan setelah lulus program pendidikan bahasa. 2. Program Pendidikan Keperawatan Di Jepang sangat butuh banyak care worker. Tak heran kalau banyak LPK di Indonesia yang siap memfasilitasi masyarakat Indonesia yang ingin ke Jepang dengan mengambil kuliah jurusan D3 Keperawatan di Jepang. Setelah lulus, kamu akan diproyeksikan untuk bekerja sebagai care worker di Jepang dan akan di kontrak kerja mulai 3-5 tahun. Untuk bisa masuk program ini, minimal memiliki sertifikasi N4 untuk penguasaan Bahasa Jepang. Jika tidak punya, biasanya akan kursus Bahasa Jepang terlebih dahulu di LPK yang membuka program ini. Biaya program kuliah sambil kerja Pada dasarnya ada dua jenis pembiayaan jika ingin menjalankan program kuliah sambil kerja. Nah, beberapa LPK umunya hanya akan membuka program dengan pembiayaan mandiri. Akan tetapi, ada juga LPK yang menyediakan opsi program subsidi yaitu pembiayaan ditanggung oleh perusahaan yang menjadi sponsor. Namun, program tersebut tidak menanggung 100% biaya tapi hanya sekitar 70%. Maka dari itulah program pendidikan ini turut diimbangi dengan penempatan kerja part time. Tapi kamu tak perlu khawatir karena kamu dapat mengatasi masalah dana dengan mengandalkan Pintek yaitu dengan mengajukan pinjaman di produk Pintek Pro. Pintek Pro adalah pendanaan yang digunakan untuk biaya pelatihan yang memiliki jaminan kerja seperti LPK. Selama belajar kamu hanya perlu membayar bunganya saja maksimal 2,5 persen dengan perhitungan bunga efektif. Sedangkan saat sudah bekerja, kamu diharuskan untuk membayar bunga flat maksimal 2 persen. Pintek Pro menawarkan pinjaman hingga mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 300 juta dengan proses pencairan dana satu sampai tiga hari kerja. Untuk jangka waktu pinjaman yaitu enam bulan selama belajar dan 18 bulan selama bekerja. Apakah aman mengajukan pinjaman pendidikan di Pintek? Pintek sudah mendapat izin dan diawasi oleh OJK sejak tahun 2018 dan terdaftar di AFPI. Selain itu, Pintek juga sudah menerapkan standar kebijakan privasi berdasarkan sertifikasi ISO 270012013 yang akan menjamin data dan informasi peminjam. Dengan begitu, Pintek memastikan kalau pinjaman kamu akan terjamin keamanannya. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai Pintek Pro, kamu dapat mengunjungi situs resmi Pintek atau menghubungi customer service via telepon dan WhatsApp di nomor 021-50884607 atau melalui email di customercare
Apakah kamu berminat kuliah di Jepang karena ingin bekerja di Negeri Sakura ini? Atau kamu sedang kuliah di Jepang dan terpikir untuk mencari kerja di sana setelah lulus kuliah? Berikut ini adalah hal-hal yang perlu kamu tahu. Pasar Kerja Jepang Seperti Apa Sih? Jepang adalah tempat yang menyenangkan untuk bekerja apabila kamu mengerti kebudayaan dan bahasa Jepang, Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak pelajar internasional di Jepang yang memutuskan untuk mencari kerja di sana pasca kelulusan. Beberapa jenis posisi di Jepang yang saat ini banyak diisi oleh pelajar internasional adalah penerjemah lisan dan tulisan, sales, staf bisnis luar negeri, dan staf data processing. Pelajar internasional yang fasih berbahasa Jepang akan memiliki prospek kerja pasca studi yang lebih baik di Jepang dibanding pelajar internasional yang tidak menguasai bahasa tersebut. Bagaimana Cara Bekerja di Jepang Pasca Kelulusan? Jepang sangat terbuka menyambut para pelajar internasional yang ingin tinggal dan bekerja di Jepang pasca kelulusan. Sebagai insentif untuk menarik pelajar internasional bekerja di Jepang, Pemerintah Jepang menyediakan visa kerja pasca studi dengan syarat dan ketentuan yang lebih longgar. Sebelum tahun 2018, pelajar internasional yang ingin bekerja pasca kelulusan hanya bisa bekerja di industri yang berhubungan dengan jurusan kuliah mereka di Jepang. Namun kini para pelajar internasional bebas bekerja di industri apapun di Jepang, asalkan gaji yang mereka terima tidak kurang dari 3 juta yen Jepang. Beberapa jenis visa kerja pasca studi yang tersedia untuk pelajar internasional di Jepang adalah Highly Skilled Professional Visa visa untuk pekerja dengan tingkat keahlian khusus yang tinggi Working Visa visa kerja untuk profesi-profesi tertentu, seperti pekerja seni, jurnalis, dan peneliti Start-up Visa visa kerja untuk pelajar internasional yang ingin mendirikan start-up di Jepang Tim Hotcourses Indonesia menyarankan kamu membaca halaman Work or Long-term Stay Visa di situs web Kementerian Luar Negeri Jepang MOFA untuk menemukan visa kerja pasca studi yang tepat untukmu. Tips Banyak universitas di Jepang kini menyediakan program studi dalam bahasa inggris. Namun kamu perlu mengenal dan membiasakan diri dengan kebudayaan & bahasa Jepang untuk meningkatkan prospek kerjamu di Jepang. Coba tanyakan ke universitasmu apakah mereka menyediakan kelas bahasa Jepang untuk membantumu menguasai bahasa ini. Walaupun ada banyak lowongan di Jepang, pasar kerja di Jepang tetap sangat kompetitif. Jadi kamu harus melamar pekerjaan sedini mungkin. Jika kamu memang berniat bekerja di Jepang, sebaiknya kamu mulai membangun koneksi dari hari pertama kuliah di sana. Lakukan persiapan yang matang. Kamu bisa mulai dengan membaca panduan menulis CV dan referensi. Tidak ada salahnya berteman dengan banyak orang, terutama warga lokal dan orang-orang asing lain yang telah lama tinggal di Jepang. Semakin sering kamu berbaur, kamu akan semakin memahami kebudayaan dan kebiasaan orang Jepang, serta kondisi pasar kerja Jepang. Ada kemungkinan juga kamu akan mendapatkan informasi lowongan dari teman-teman barumu di Jepang. Sumber Info Untuk Mencari Kerja Kebanyakan universitas memiliki sistem-sistem khusus yang bisa membantu para pelajar internasional menemukan pekerjaan. Jika kamu masih bingung, mintalah panduan dari pembimbing akademismu atau departemen layanan karir di universitasmu. Mereka akan memberitahukan cara mencari lowongan dan hal-hal apa saja yang perlu kamu lakukan untuk berhasil mendapatkan pekerjaan. Kalau kamu ingin mencari lowongan secara mandiri, berikut adalah beberapa situs pencari kerja yang populer di kalangan WNA di Jepang GaijinPot O-Hayo Sensei JREC-IN Portal Selain mencari kerja, pelajar internasional juga bisa menggunakan GaijinPot untuk mencari tempat tinggal di Jepang. Suka dengan artikel di atas? Kamu juga bisa membaca artikel-artikel lain mengenai kuliah di Jepang dan info serba-serbi kuliah di mancanegara yang telah disusun oleh tim kami. Masih bingung memilih jurusan kuliah dan destinasi studi? Coba gunakan alat Pencari Jurusan kami. Kamu hanya perlu memasukkan kualifikasi dan kriteriamu, lalu alat ini akan menampilkan semua jurusan kuliah dan universitas mancanegara yang pas untukmu. Jangan lupa untuk follow semua kanal media sosial Hotcourses Indonesia untuk mendapatkan berita pendidikan internasional terbaru dan informasi terkini dari berbagai universitas unggulan di Jepang! Mau tanya-tanya soal kuliah di luar negeri? Langsung saja daftar untuk konsultasi GRATIS dengan konselor IDP yang selalu siap membantumu merencanakan studi di mancanegara. BACA JUGA NETFLIX LUNCURKAN BEASISWA UNTUK KULIAH ANIMASI GRATIS DI JEPANG 10 UNIVERSITAS TERBAIK DI JEPANG KIPRAH STUDI DAN KARIR MUSLIMAH INDONESIA DI JEPANG IDP LIVE DAFTAR KULIAH KE LUAR NEGERI LEWAT HP BISA LANGSUNG DITERIMA! NEGARA TUJUAN POPULER KULIAH DI LUAR NEGERI 2022 5 ALASAN UNTUK KULIAH KE JEPANG
Jakarta Menempuh pendidikan di Negeri Sakura menjadi impian bagi semua pelajar, khususnya mahasiswa Indonesia. Namun, biaya pendidikan serta biaya hidup yang tidak terbilang murah membuat banyak pelajar mundur untuk melanjutkan pendidikan di Jepang. Dilansir dari situs Cakap, Jepang memperbolehkan mahasiswa berkuliah sambil kerja part-time atau yang lebih dikenal sebagai Arubaito, lho! Penasaran dengan apa saja tata cara serta persyaratan untuk berkuliah sambil kerja di sana? Simak terus artikel berikut ini! Apa itu Arubaito? Arubaito merupakan sebuah istilah Jepang yang ditujukan bagi orang-orang yang mengambil part-time di negaranya. Rupanya, istilah ini diambil dari bahasa Jerman arbeiten yang dapat diartikan sebagai bekerja. Namun, secara sederhana, masyarakat Jepang sering menyebut pekerja tersebut dengan istilah baito. Lantaran sistem pekerjaannya yang paruh waktu, maka kalian tidak perlu heran rata-rata orang yang bekerja di sana merupakan mahasiswa, baik mahasiswa lokal maupun mancanegara, seperti mahasiswa Indonesia. Kebanyakan dari mereka mengambil part-time di Jepang untuk menutupi biaya hidup serta pendidikan. Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini? Lantas, apa sih manfaat dari kalian berkuliah sambil kerja part-time di Jepang? Cek di bawah ini! 1. Menambah pendapatan Selama kalian bekerja paruh waktu di Jepang, kemungkinan pendapatan yang kalian dapatkan per bulan sebesar Yen atau setara dengan yang mana gaji itu dapat mencukupi biaya sewa satu unit apartemen yang diperkirakan mencapai Rp3 juta-Rp5 juta per bulan. Nah, perlu dicatat setiap pekerjaan paruh waktu di Jepang menyediakan standar gaji berbeda-beda. Sehingga, bagi kalian yang ingin mendapatkan pendapatan besar, tentunya memerlukan kemampuan khusus serta fasih berbahasa Jepang. 2. Menambah pengetahuan Tidak hanya mendapatkan pendapatan yang bisa meng-cover kebutuhan sehari-hari kalian, tentunya dengan bekerja part-time, kalian akan mendapatkan pengetahuan yang luas seputar budaya serta kebiasaan masyarakat di Jepang. Menarik bukan, Sobat Medcom? 3. Menambah jumlah relasi Enggak cuma menambah pengetahuan kalian tentang kebudayaan dan kebiasaan orang-orang di sana, selama kalian berkuliah dan bekerja di Jepang, kalian bisa memperbanyak relasi di sana, lho! Kalian bisa menjalin hubungan dengan sesama pelajar Indonesia maupun dengan mahasiswa Jepang atau pelajar asing lainnya. Dengan luasnya jumlah relasi kalian, bisa saja mempermudah kalian dalam mengetahui informasi-informasi terbaru seperti lowongan pekerjaan, diajak untuk bekerja sama, bahkan bisa saja kalian diajak untuk buka usaha bareng, lho! 4. Bekerja Sambil Jalan-Jalan Kalian tahu enggak sih kalau kalian bisa memanfaatkan peluang dengan bekerja paruh waktu untuk mengunjungi tempat-tempat wisata terkemuka di Jepang? Nah, tips-nya, kalian bisa mengambil pekerjaan part-time yang berkaitan dengan industri pariwisata Jepang ya, Sobat Medcom! Tentunya, untuk bisa bekerja paruh waktu di Jepang, kalian perlu memenuhi segala persyaratan dan aturan yang berlaku di Negeri Sakura tersebut. Persyaratan-persyaratan yang patut kalian penuhi apabila kalian ingin memutuskan berkuliah sambil bekerja paruh waktu di atas, diantaranya Minimal berusia 18 tahun Memiliki student visa atau visa pelajar Tidak mengganggu jadwal atau kegiatan kuliah Tujuan pelajar untuk mengambil part-time untuk menambah biaya pendidikan atau biaya hidup selama bertempat di Jepang Mengambil pekerjaan legal Jumlah jam kerja tidak melebihi 28 jam per minggu Untuk mempermudah pekerjaan kalian nantinya, sebaiknya kalian juga memahami dasar-dasar bahasa Jepang ya, Sobat Medcom. Buat kalian yang merasa telah memenuhi segala persyaratan di atas dan tertarik banget, berikut ini beberapa panduan yang bisa membantu kamu untuk nantinya bisa berkuliah sambil bekerja paruh waktu di Jepang. 1. Mengantongi permohonan izin kepada pihak imigrasi Supaya mempermudah proses pengajuan diri nantinya, kalian perlu mengurus permohonan izin kerja kepada pihak imigrasi ya, Sobat Medcom! Kalau kalian enggak mengantongi surat izin ini, bisa-bisa kalian dianggap sebagai pekerja ilegal dan bahkan bisa saja diberhentikan dari kampus dan dideportasi ke negara asal. Serem banget! 2. Meminta permohonan izin kepada pihak kampus Tidak hanya dengan pihak imigrasi saja, kalian juga perlu mengurus surat-surat izin baito dari pihak universitas, ya! Lantaran, engga semua institusi pendidikan di Jepang memperbolehkan mahasiswanya bekerja paruh waktu. Biasanya, hal ini ditujukan bagi mahasiswa yang memperoleh beasiswa karena mereka harus fokus dan menyelesaikan pendidikannya di sana. Maka dari itu, sebaiknya kalian harus cari tahu mengenai informasi-informasi ini sebelum kalian berangkat ke Jepang ya, Sobat Medcom! 3. Melengkapi formulir Setelah mengantongi izin dari kedua pihak tesebut, kalian perlu melengkapi formulir-formulir khusus, yaitu Permission to Engage in an Activity Other Than Permitted by the Status of Residence Previously Granted. Formulir ini dapat kalian download dari situs resmi kantor imigrasi Jepang. 4. Meminta cap izin kepada pihak imigrasi Ketika kalian telah memenuhi ketiga hal di atas, kalian tinggal menyerahkan formulir atau dokumen yang diperlukan tersebut kepada pihak imigrasi setelah tiba di Jepang. Setelahnya, petugas imigrasi akan memberikan cap izin untuk bekerja part-time pada bagian kartu izin tinggal. Kalau kalian tidak memperoleh cap ini, maka segala kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan part-time bisa dianggap llegal atau melanggar aturan pemerintah Jepang. Buat Sobat Medcom yang penasaran dengan apa saja jenis pekerjaan part-time yang tersedia, berikut daftar pekerjaan paruh waktu yang kalian bisa ikut di Jepang 1. Guru private bahasa Inggris Jika Sobat Medcom memiliki kelihaian dalam bahasa Jepang dan bahasa Inggris sekaligus, pekerjaan satu ini pas banget buat kalian! Pekerjaan sebagai guru private tidak membutuhkan waktu banyak, jadi kalian bisa memanfaatkan sisa waktu untuk fokus terhadap pendidikan kalian. 2. Pegawai restoran Pekerjaan satu ini menuntut kalian memiliki skill bahasa Jepang advanced apabila nantinya kalian ditempatkan sebagai pegawai kasir atau waitress. Kalau Sobat Medcom belum lancar berbahasa Jepang, kalian juga bisa juga mengincar posisi juru masak di restoran. 3. Pegawai Konbini Layaknya bekerja di sebuah restoran, apabila kalian melamar sebagai pegawai kobini atau convenience store, kalian perlu menjadi orang yang disiplin, cekatan dalam mengerjakan sesuatu, detail, dan bisa mengoperasikan mesin kasir. 4. Housekeeping atau guesthouse Pekerjaan satu ini banyak diincar oleh mahasiswa karena kalian tidak perlu mahir berbahasa Jepang. Tugas kalian sebagai housekeeper atau penjaga guesthouse adalah membersihkan kamar atau ruangan lainnya saja. Mudah kan? 5. Jasa Antar Makanan Apabila kalian bertempat tinggal di daerah yang cukup padat, kalian bisa menawarkan diri sebagai kurir antar makan. Tetapi, kalian harus mahir berbahasa Jepang – termasuk dengan kosakata sehari-harinya, kalian juga perlu menjadi orang yang disiplin serta tepat waktu ketika akan mengantarkan makanan ke customer. Nah itu dia tadi sejumlah persyaratan dan daftar pekerjaan arbaito yang tersedia di Jepang. Bagi kalian yang ingin mengetahui informasi lainnya seputar dunia pendidikan lainnya, jangan lupa untuk selalu mengikuti Medcom, ya! Gracia Anggellica
kuliah sambil kerja di jepang